Seputar Indonesia - Banyak orang yang ingin berhenti merokok dengan cara beralih ke rokok elektrik atau yang sekarang yang lagi ngetren yang biasa di sebut Vape atau Vapor, akan tetapi banyak menimbulkan pertanyaan, apakah vapor lebih aman dari pada rokok? Jawabannya TIDAK!!
Menurut sebuah penelitian terbaru yang di kutip oleh boldsky, orang yang mencoba mengunakan vapor untuk pengganti rokok konvensial mungkin memiliki risiko dua kali lipat bahayanya
Selama penelitian, para peneliti dari Universitas of Waterloo di kanada menemukan bahwa vapor memiliki risiko yang buruk bagi pengguna kesehatannya, mengapa risiko dapat meningkatkan dua kali liapt? hal ini di sebabkan oleh perangkat elektrik yang bertenaga baterai memanaskan cairan dan mengubahnya menjadi uap aerosol yang bisa di hirup.
Cairan tersebut beraneka ragam rasanya, beberapa di antaranya menggunakan komposisi yang aman "katanya", namun tidak jarang pula yang menggunakan bahan - bahan berbahaya, tidak ada yagn tahu. Berita VIral
Cairan atau yang sering di sebut liquid vapor bisa mengandung nikotin, akan tetapi tidak banyak zat berbahaya yang di miliki oleh rokok tembakau konvnesional, seperti TAR atau karbon monoksida.
Akan tetapi pengguanan vapor dapat berakibat dalam jangka panjang, pasalnya dalam penelitian tersebut penguna vapor lebih banyak di dominasi oleh remaja mulai dari siswa 7 sampai 12, jika ini terus berlanjut, maka akan semakin bnyak pengguna vapor, belum lagi intensitas penggunaan tiap individu yang terus berpikir bahwa vapor tidak berbahaya, maka akan semakin sering dan semakin banyak.
Untuk itu sebaiknya memang tidak perlu merokok menggunakan vapor atau rokok konvensional, jauh lebih baik mengurangi atau juga bsia menjauhi yang namanya merokok jauh lebih baik untuk kesehatan kita, di karenakan tidak sehat untuk perokok ataupun yang menghirup asap tersebut.
sekian dari informasi dari Vapor dan Rokok, semoga bermanfaat untuk kalian ya guys. Seputar Indonesia


Tidak ada komentar :
Posting Komentar